Label Baru Kemasan Benih Kentang Kenhose

Seiring dengan mendapatkannya sertifikat dari LSSMBTPH, Kenhose dapat melakukan sertifikasi mandiri dan dapat menerbitkan label jaminan kualitas sendiri pada label kemasan Benih.  Label kemasan akan berganti design menjadi label yang baru dengan menambahkan logo LSSMBTPH pada label kemasan.

  • Benih kelas G2 dengan tulisan warna merah
  • Benih kelas G3 dengan tulisan warna biru

Audit LSSM Sertifikasi Mandiri

Kenhose merupakan salah satu perusahaan benih kentang yang sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu berbasis ISO 9001, untuk menjamin kualitas produk yang dihasilkan.  Untuk memastikan bahwa pelaksanaan sistem ini sudah berjalan dengan baik, maka Kenhose bekerja sama dengan LSSMBTPH (Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura) untuk melakukan audit secara menyeluruh pada tanggal 1-4 September 2025.  Dari hasil audit dinyatakan bahwa Kenhose sudah melaksanakan sistem manajemen mutu dengan baik dan siap untuk melakukan sertifikasi secara mandiri untuk wilayah Jawa barat

Open House di Kenhose Kertasari, Pengalengan Bandung

Kenhose mengadakan open house dengan mengundang petani untuk berkunjung ke Greenhouse aeroponik di Kertasari, Pengalengan Bandung.  Petani diajak melihat langsung proses produksi benih kentang mulai dari perbanyakan bibit tanaman melalui kultur jaringan-proses-adaptasi tanaman-produksi G0-produksi G2 kerja sama dengan petani binaan Kenhose-sortasi-penyimpanan hingga proses pengemasan.  Acara dilaksanakan dalam 3 batch :

  • Tanggal 19 September 2025 : kunjungan dari petani Garut
  • Tanggal 23-24 September 2025 : kunjungan dari petani Jawa Timur
  • Tanggal 30 September 2025 : kunjungan dari petani Garut dan Pengalengan

Petani sangat antusias melihat langsung proses produksi, dan bisa langsung berdiskusi dengan staff Kenhose tentang kualitas benih yang dihasilkan.  Di samping melihat proses produksi petani juga diajak untuk melakukan produktivitas varietas baru milik Kenhose yang lebih tahan terhadap penyakit dan jumlah umbi yang lebih banyak dari pada varietas yang beredar di pasaran.